Minggu, 29 April 2012

Cagub DKI Jokowi: Saya Bekerja di Kantor Hanya Satu Jam

DEPOK, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Tommy.

- Bakal
calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan bekerja di kantor hanya satu jam setiap hari jika ia terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Selebihnya, ia akan bekerja di lapangan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang membelit Ibu Kota. "Jangan biarkan para kontraktor itu menangani masalah sendiri," kata Joko Widodo dalam debat publik di Universitas Indonesia, Depok, Jumat 27 April 2012.

Menurut Joko Widodo, untuk mengatasi masalah di Jakarta ia bisa pakai gaya apapun. “Yang penting konsisten," katanya. Dalam mengatasi kemacetan, ia akan melanjutkan program-program yang telah diputuskan dan dijalankan gubernur sebelumnya.

Menurut Joko Widodo, kemacetan di Jakarta bisa diselesaikan jika penerapan busway, feeder busway, kereta monorel, kereta komuter, dan lainnya segera diwujudkan. "Jika penerapannya sudah baik tinggal kita kontrol," katanya.

Menurutnya, untuk mencapai itu butuh konsisten dari pemegang kendali. Kemacetan yang tidak terselesaikan selama ini, kata dia, karena pemerintah tidak konsisten. "Harus Konsisten. Jangan setelah ke SD kembali ke TK dan setelah SMA kembali lagi ke TK. Kapan selesainya?," kata Joko Widodo yang kini masih menjabat Walikota Solo ini.


Sementara itu, bakal calon lainnya, Faisal Basri, mengatakan jika ia terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta akan memberikan penyadaran langsung sampai ke masyarakatnya. Ia akan membangun daerah yang kumuh dengan tidak mengusir penduduk kumuhnya. Ia pun berjanji tidak akan melakukan penggusuran dan pemukulan terhadap mereka demi pembangunan gedung-gedung besar dan tinggi di Jakarta. "Saya tidak mau menata ruang kita dengan cara yang sesat," kata bakal calon dari jalur independen ini.

Faisal mengatakan yang terpenting bukan memperbaiki tata ruang Jakarta, tapi yang lebih penting adalah tata manusianya. "Saya tidak mau ruang yang mengatur manusia," katanya.

Menurut Faisal, selama ini Kota Jakarta sangat rakus dan egois. Seharusnya, kata dia, Jakarta memberikan kesempatan kepada daerah lain untuk berkembang. "Masak sampai ke pabrik-pabrik harus ada di Jakarta," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar