By: Parman.
- Pertarungan meraih kursi DKI 1 tak bisa lepas dari saling sindir
antar kandidat calon gubernur. Pemandangan ini tampak lagi dalam
kampanye Alex Noerdin, Jumat siang 29 Juni 2012 di Muara Baru,
Penjaringan, Jakarta Utara.
Alex yang sedang menggelar pengobatan gratis menyindir Fauzi Bowo. Meski tidak secara langsung menyebut nama Fauzi, dia sebut layanan kesehatan dan pendidikan gratis yang diiklankan Fauzi belum terwujud.
"Kenapa warga Jakarta stres? Karena sekolah mahal, masih banjir, dan macet. Kenapa ibu-ibu tidak ke puskesmas? Sekolah bayar, enggak?" tanya gubernur Sumatera Selatan ini kepada kerumunan warga. "Bayaaar," seru ibu-ibu.
Alex menyambung, "Rakyat sendiri yang bilang, berobat di Jakarta belum gratis. Harus bayar, SKTM (surat keterangan tidak mampu) ribet. Tadi ada iklan di TV iklan besar-besaran sekolah sudah grats. Ini rakyat yang bilang bayar."
Dia lantas kembali berpromosi, jika terpilih nanti akan menyediakan layanan kesehatan dan pendidikan gratis. "Mau enggak SMP, SMU gratis? Berobat gratis? Kalau mau, itu program kami," dia berseru.
Saling sindir Alex Noerdin dengan Fauzi Bowo sudah berlangsung berkali-kali, baik secara spesifik ataupun tidak. Fauzi pernah melontarkan sebutan orang kampung mengadu nasib kepada kandidat dari luar Jakarta. Alex menjawabnya dengan menyebut prestasi dia, meraih predikat salah satu gubernur terbaik, serta menjadi spesialis mengalahkan incumbent.
Begitu pula calon wakil Fauzi, Nachrowi Ramli. Dia pernah menyindir cagub yang masih menjabat di daerah "melompat" sebelum menyelesaikan tugas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar