Rabu, 11 Juli 2012

Semua TPS DKI Sudah Siap Gelar Pilkada


JAKARTA, (TRIBUNEKOMPAS)  
By: Parman.  

-  Ketua Kelompok Kerja Pemutakhiran Data Pemilih DKI Jakarta Aminullah menyatakan KPU DKI Jakarta siap menggelar pilkada. "Insya Allah siap," katanya   Selasa, 10/07/2012. Amin mengatakan sedang meninjau lokasi TPS yang tersebar di Jakarta. "Besok sudah digelar, jadi mestinya semua tenda TPS sudah berdiri malam ini," katanya. 

Ada 15.059 TPS di Jakarta dengan 6.962.348 pemillih. Amin mengatakan tidak ada masalah dalam distribusi logistik pilkada. "Kartu pemilih dan undangan sudah ada di tangan KPPS (Komite Pelaksana Pemungutan Suara) sejak pekan lalu," katanya.

Distribusi dari KPPS kepada pemilih yang sempat tertunda, kata dia, disebabkan karena petugas PPS yang menyebarkan kartu pemilih banyak yang bekerja pada siang hari. "Makanya banyak yang baru mendistribusikan pada malam hari," katanya.

Ia menambahkan, bila sampai hari H, belum mendapatkan kartu pemilih atau undangan pemungutan suara, warga bisa menggunakan KTP sebagai bukti identitas diri sebelum mengambil hak pilih. Warga hanya perlu mendatangi TPS tempat dirinya terdaftar, menunjukkan KTP kepada KPPS, enam saksi pasangan calon untuk melakukan pengecekan pada DPT dan DPS sebelum mencoblos. "Asalkan namanya terdaftar dalam DPS atau DPT, masih bisa mencoblos," katanya.

Warga yang tidak mencoblos pada TPS tempatnya terdaftar dimungkinkan oleh KPU. Misalkan, warga yang karena pekerjaannya sebagai staf rumah sakit, memutuskan untuk mencoblos di TPS yang dekat dengan tempatnya bekerja. "Bisa, asalkan dia membawa undangan dan kartu pemilihnya ke kantor kelurahan untuk meminta formulir A8," katanya. Dengan formulir itu, kata dia, warga bisa mencoblos di TPS selain tempatnya terdaftar.

Dia juga mengimbau enam saksi pasangan calon yang ada di tiap TPS membawa kamera untuk merekam aktivitas di TPS. "Jadi bila ada kecurangan, ada buktinya," katanya. Menurut Amin, KPU telah meminta agar semua kertas suara yang tidak terpakai untuk dicoret silang di TPS setelah pemungutan suara usai sebelum dikembalikan ke kantor KPU untuk memulai penghitungan. Hal itu, kata dia, untuk mencegah kertas suara sisa untuk dicurangi. "Bukan cuma 21.344 itu saja yang dicoret, tapi semua yang tidak terpakai dicoret," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar